BANDA ACEH – Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Universitas Syiah Kuala (USK) dimeriahkan dengan suksesnya penyelenggaraan Diskusi Nasional Pendidikan Seni Se-Indonesia. Acara yang mengusung tema “Menjaga Masa Depan Pendidikan Seni di Tengah Transformasi Pendidikan Nasional” ini telah berlangsung dengan baik pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Ruang Teater Mini Adnan Ganto, Perpustakaan Abdullah Ali, USK, serta disiarkan secara daring.
Kelancaran dan kesuksesan agenda berskala nasional ini tidak lepas dari dukungan penuh serta kontribusi aktif dari civitas akademika Program Studi (Prodi) Pendidikan Sendratasik USK. Dalam komitmennya terhadap pengembangan seni, dosen dan mahasiswa Sendratasik mengambil peran krusial di garda terdepan, baik sebagai motor penggerak kepanitiaan maupun sebagai pengisi acara musik yang memukau para peserta.
Kolaborasi yang apik dari tim kepanitiaan Sendratasik berhasil mengawal jalannya diskusi bauran (hybrid) ini dengan sangat tertata. Selain memastikan manajemen acara berjalan tanpa kendala, kehadiran para mahasiswa Sendratasik sebagai pengisi acara musik juga memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi bukti nyata representasi bakat dan kompetensi yang diasah di prodi tersebut di hadapan khalayak nasional.
Diskusi nasional yang diinisiasi oleh UPT Perpustakaan dan E-Learning USK bersama Inkubator Seni USK ini menghadirkan jajaran pakar terkemuka. Para pembicara yang hadir memberikan pandangan strategisnya antara lain Ed Van Ness (Aktivis Seni), Prof. Dr. Bahrun, M.Pd. (Guru Besar FKIP USK), Prof. Melani Budianta, M.A., Ph.D. (Komisi Kebudayaan AIPI), serta Prof. Drs. Triyono Bramantyo PS., M.Ed., Ph.D. (Guru Besar Pendidikan Musik ISI Yogyakarta). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Institut Kesenian Makassar (IKM) dan Universitas Lampung.
Melalui keterlibatan penuh dalam acara ini, Prodi Pendidikan Sendratasik USK kembali menunjukkan eksistensi dan komitmen nyatanya. Ruang diskusi ini tidak hanya menjadi wadah akademik untuk merumuskan masa depan pendidikan seni di tengah arus transformasi nasional, tetapi juga menjadi panggung bagi dosen dan mahasiswa Sendratasik untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan event besar yang membawa dampak positif bagi dunia seni tanah air.

No responses yet